Sunday, 22 January 2012

sistem imun....

salam....
kali ni Adz ingin meluangkan masa berkongsi mengenai sistem imun...
apakah itu??

Yang Maha Pencipta (Al-Khaaliq) menjadikan manusia sebagai satu kejadian yang sempurna. Bagi melindungi manusia dari serangan mikroorganisma yang menyebabkan penyakit, Yang Maha Pengasih (Ar-Rahman), Yang Maha Penyayang (A-Rahiim) dan Yang Maha Penganugerah (Al-Wahhaab) menganugerahkan kita dengan satu sistem yang begitu canggih dikenali sebagai sistem imun. Sistem imunlah yang memisahkan kita dengan kematian akibat penyakit berbahaya.

Ibarat payung yang digunakan di kala hujan atau matahari terik, sistem imun melindungi tubuh kita dari berbagai kuman dan mikro-organisma setiap hari. Bila tidak ada perlindungan itu, maka tubuh kita akan mudah dijangkiti oleh kuman dan mikro-organisma tersebut.
Sistem imun kita terdiri dari rangkaian sel, protein, jaringan otot, dan organ-organ tertentu. Sel yang terlibat dalam sistem imun manusia adalah lekosit (sel darah putih) yang dihasilkan dan disimpan di berbagai lokasi di tubuh, seperti thymus, limpa, dan sumsum tulang. Dari lokasi-lokasi tersebut, lekosit menyebar ke seluruh organ tubuh melalui pembuluh limpatik dan pembuluh darah. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh dapat bekerja secara terkoordinasi dalam mengawasi pertahanan tubuh kita.
Ada dua jenis lekosit, yakni fagosit dan limposit. Fagosit adalah sel-sel yang menghancurkan organisma pengganggu, sementara limposit adalah sel-sel yang mengingat dan mengenali para pengganggu sebelumnya dan kemudian membantu tubuh untuk menghancurkan mereka.
Rangkaian sel, protein, jaringan otot, dan organ-organ tertentu itu adalah bagian dari sistem imun yang melindungi manusia dalam serangkaian proses yang dinamai respon imun. Kerana ada respon imun, maka sistem imun kita dapat menyerang para pengganggu penyebab berbagai penyakit tersebut.
Sistem respon itu dimulai ketika suatu antigen (substansi asing yang menyerang tubuh) memasuki tubuh. Tubuh kemudian mengenali dan merespon antigen tersebut dengan cara memicu produksi antibodi (protein khusus yang diarahkan untuk antigen tertentu juga).
Bila sudah dihasilkan, antibodi itu akan bertahan di dalam tubuh dan melawan untuk menghalau antigen yang telah dikenali sebelumnya. Oleh itu, bila seseorang sudah pernah terkena suatu penyakit tertentu, misalnya cacar air, biasanya ia tidak akan terkena penyakit yang sama untuk kedua kalinya.
Konsep itulah yang menerangkan cara kerja imunisasi. Vaksin imunisasi memperkenalkan tubuh terhadap antigen tertentu. Antigen itu diformulasikan sedemikian rupa untuk tidak membuat tubuh sakit, melainkan memicu tubuh untuk memproduksi antibodi yang akan melindungi tubuh dari serangan antigen tersebut. Dengan demikian, antibodi itu diharapkan akan melindungi tubuh dari serangan antigen sejenis di masa depan.
Walau antibodi mampu mengenali antigen dan menempatkannya sebagai sasaran, antibodi tidak dapat menghancurkannya tanpa bantuan. Di sinilah sel-T menunjukkan kemampuannya sehingga lumrah bila sel-T dikenal dengan nama "sel pembunuh".
Selain mengenali dan menargetkan antigen, antibodi juga dapat menetralkan racun yang dihasilkan oleh berbagai organisma. Pun, antibodi punya wewenang untuk mengaktivasi "komplemen", satu kelompok protein yang merupakan bagian dari sistem imun dan berfungsi membantu membunuh bakteri, virus, atau sel yang dijangkiti.
Semua bagian sistem imun itu bekerja melindungi tubuh kita dari berbagai penyakit. Perlindungan itu dinamai immunisasi. Namun, immunisasi setiap orang berbeza. Ada yang terlihat selalu sehat, ada yang mudah sakit. Seiring pertambahan usia, antibodi kita pun mengenal semakin banyak antigen. Itulah sebabnya orang dewasa cenderung lebih jarang sakit dibandingkan anak-anak.
Perbezaan itu berupaya terletak pada salah satu dari tiga jenis immunisasi yang pada dasarnya dimiliki oleh setiap orang.
Pertama, immunisasi semulajadi ada di dalam tubuh kita sejak kita lahir. Immunisasi ini membuat tubuh kita terlindung dari kuman-kuman yang dapat menyerang makhluk lain. Oleh itu, virus yang menyebabkan leukemia pada kucing tidak berpengaruh apa pun pada manusia. Demikian juga sebaliknya.
Loh, kok manusia berupaya terkena flu burung atau flu babi?
Virus flu burung dan flu babi yang menyerang manusia adalah varian virus yang sudah bermutasi sehingga dapat menembus immunisasi kita. Memang ditulari oleh hewan, namun masuk ke dalam tubuh manusia dalam bentuk mutan baru.
Jenis kedua, yakni immunisasi adaptif, adalah immunisasi yang berkembang seumur hidup kita kerana tubuh kita terkena serangan penyakit atau mendapat vaksinasi.
Immunisasi pasif adalah jenis yang ketiga. Dinamai pasif kerana "dipinjam" dari sumber lain dan bertahan untuk waktu singkat. Misalnya ASI. Melalui ASI, seorang Ibu memberikan antibodinya kepada si bayi sehingga memberikan immunisasi sementara terhadap antigen-antigen yang telah dikenali oleh antibodi tersebut saat masih berada di dalam tubuh sang ibu. Antibodi itu akan melindungi si bayi di masa-masa awal pertumbuhannya.
Namun, seperti payung yang kadang-kadang tak dapat melindungi seluruh tubuh kita dari terpaan hujan, immunisasi pun tak selalu berhasil menjalankan tugasnya. Inilah penyebab mengapa kita menjadi sakit atau dijangkiti.

2 comments:

welcome..